Berita

Kunci Industri Sawit adalah Petani Kecil

23 Februari 2012 - berita

Nusa Dua, Kompas - Kunci kesuksesan pengembangan industri sawit yang berkelanjutan adalah dengan meningkatkan produktivitas perkebunan sawit milik petani skala kecil. Ini masalah utama yang harus diatasi karena produktivitas mereka jauh tertinggal.

Hal ini diungkapkan Komisaris Utama PT MART Tbk Franky O Wijaya, Selasa (22/2), di Nusa Dua, Bali, dalam acara 3rd International Conference on Oil Palm and Environment/ICOP. ICOP ketiga ini diselenggarakan PT SMART dengan WWF Indonesia dan CIRAD, sebuah lembaga penelitian di Perancis.

Konferensi dibuka Menteri Pertanian Suswono dan dihadiri Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Arief Yuwono, Direktur Eksekutif WWF Indonesia Efransjah, serta Direktur CIRAD R Habib.

Franky mengatakan, petani kecil dengan luas kepemilikan lahan mencapai 40 persen masih menghadapi kendala produktivitas, terutama ini terjadi pada petani sawit mandiri. Ini akibat keterbatasan akses dan dukungan teknologi, pengetahuan, bibit yang berkualitas, dan skema pendanaan yang belum memihak.

Saat ini, produktivitas sawit petani mandiri hanya 1,5 ton per hektar, jauh di bawah produktivitas nasional yang mencapai 3,6 ton. Atau, produktivitas rata-rata Malaysia 4,7 ton sampai 4,8 ton per hektar.

Menurut Franky, tantangan utama peningkatan produktivitas adalah ada skema pembiayaan melalui inovasi pembiayaan yang bisa diakses petani, termasuk dengan memberikan biaya hidup selama tiga sampai empat tahun, selama proses replanting. Polanya bisa melalui kerja sama dengan perusahaan sebagai inti. Perusahaan yang menjamin. Dengan pola ini, pinjaman yang didapat petani plasma bisa 100 persen.

Menteri Pertanian mengatakan, pemerintah fokus pada pengembangan sawit rakyat. Langkah ini dilakukan setelah ada moratorium perluasan lahan sawit tahun lalu sampai 2013.

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat, di antaranya melalui replanting, perawatan, pemupukan, dan pemeliharaan. Targetnya, produktiviras perkebunan sawit rakyat sama dengan swasta yang mencapai 6 ton per hektar.

Dengan meningkatkan produktivitas sawit rakyat menjadi 4 ton per hektar, produksi sawit Indonesia berpeluang dua kali lipat dari Malaysia. Saat ini, luas perkebunan sawit 8 juta hektar dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi 10 juta hektar.

Menteri Kehutanan mengatakan, tantangan pengembangan industri sawit sekarang dan pada masa depan adalah peningkatan produksi dengan tetap menjaga kelestarian alam. (MAS)

(Sumber : cetak.kompas.com. 23 Februari 2012)

(#14 views)

  Kirim ke Teman   Cetak halaman ini   Posting komentar  Share on Facebook

Komentar Untuk Berita Ini (0)

LAYANAN KAMI

...
Layanan Lain

AGENDA

May 2012
MSSRKJS
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031